Meliá Bali - The Garden Villas - Hotel di Bali

  • Reservasi
    • ALEMANIA_TXT ALEMANIA_TLF
    • REINO_UNIDO_TXT REINO_UNIDO_TLF
    • FRANCIA_TXT FRANCIA_TLF
    • ITALIA_TXT ITALIA_TLF
    • PORTUGAL_TXT PORTUGAL_TLF
    • HOLANDA_TXT HOLANDA_TLF
    • OTROS_PAISES_TXT
    • ALEMANIA_TXT ALEMANIA_TLF_TABLET
    • REINO_UNIDO_TXT REINO_UNIDO_TLF_TABLET
    • FRANCIA_TXT FRANCIA_TLF_TABLET
    • ITALIA_TXT ITALIA_TLF_TABLET
    • PORTUGAL_TXT PORTUGAL_TLF_TABLET
    • HOLANDA_TXT HOLANDA_TLF_TABLET
    • OTROS_PAISES_TXT

Peta & Lokasi

Kawasan Wisata BTDC Lot 1
80363

TITIK KOORDINAT:

N -8º 47' 56.03" / W +115º 14' 1.31"

CONTACTO_HOTEL

Tel: (62) 361 771510Fax: (62) 361 771362

reservation@meliabali.com

HOTEL_CHECKIN 15:00h

HOTEL_CHECKOUT 12:00h

BerandaHotel di IndonesiaHotel di BaliMeliá Bali - The Garden Villas

Tentang Kami di Meliá Bali - The Garden Villas

SEJARAH “NUSA DUA SEBELUM MELIÃ BALI”

Pada tahun 1960-an, Republik Indonesia baru akan memulai pembangunan ekonomi, Nusa Dua merupakan gugus rangkaian pantai di Semenanjung Bukit Bali Selatan yang belum dikenal. Bagi beberapa pengunjung, daerah ini sangat bagus karena pasir putihnya yang putih dan pariwisata masih merupakan industri yang ideal untuk pertumbuhan bangsa dalam memperoleh devisa.  Pariwisata tidak merusak alam lingkungan dibandingkan pertambangan atau manufaktur; membawa keahlian yang bermanfaat dan infrasturktur sebagai tuan rumah dan hal ini merupakan promosi pemahanan antar bangsa.

Pada tahun 1970, pemerintah menggunakan jasa sebuah perusahaan konsultan Perancis, the Societé Centrale pour I’equipement Touristique Outre-Mer (SCETO), untuk merancang sebuah rencana pengembangan pariwisata di Bali.  Rencana SCETO mengusulkan kompleks resor mandiri di tepi laut, terpisah dari pusat-pusat populasi utama untuk meminimalkan dampak kepariwisataan pada budaya Bali, dan Nusa Dua merupakan kawasan yang mereka rekomendasikan.

The Nusa Dua Master Plan (Rencana Pembangunan Utama Nusa Dua), dikembangkan oleh Pacific Consultants International, dirampungkan pada tahun 1973; dan pada 12 November pada tahun yang sama, BTDC (the Bali Tourism Development Corporation - Perusahaan Pengembangan Pariwisata Bali) dibentuk untuk merelisasikan rencana utama tersebut.

Proyek tersebut menjadi yang terbesar yang pernah dikerjakan di Bali. Sekitar 300 hektar lahan dikembangkan, dimulai dari awal. Seluruh kompleks fasilitas infrastruktur harus dibangun lebih dahulu: tanaman pembibitan untuk lanskap, sistem pengairan; sistem pasokan daya listrik; pengolahan dan pembuangan limbah tanaman; sistem pembuangan saat hujan dan irigasi; telekomunikasi; dan jalan.

Untuk meminimalisasi dampak proyek yang mengganggu, infrastruktur ini melibatkan penduduk setempat. BTDC juga menetapkan pedoman rancangan untuk memastikan bahwa semua bangunan merupakan bangunan rendah, dengan kepadatan penduduk rendah, dan selaras dengan prinsip arsitektur Bali.    

Pada tahun 1974, pembibitan diresmikan, listrik dan air dipasang, dan upacara keagamaan dilakukan untuk memberkati lahan tersebut. Peresmian dilakukan pada tahun 1976.  Bay 1978, Hotel dan pusat pelatihan manajemen pariwisata dibuka dengan 120 siswa, 90 persen di antaranya berasal dari kawasan Nusa Dua. Meskipun demikian, selama beberapa tahun, program pembangunan ini ketinggalan jadwal. Pembangunan infrastruktur pendukung berjalan lebih lamban daripada yang semula diperkirakan; dan pergeseran keuangan di awal 1980-an agak tertutup iklim investasi. Investor pertama yang berkomitmen dengan pengembangan sebuah resor adalah sebuah maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia Airways, melalui Hotel Aerowisata pada Mei 1983.

Pada awal tahun 1980, Presiden Soeharto, ibu negara, dan Menteri Pariwisata Joop Ave membuat kunjungan kenegaraan ke Spanyol. Selama perjalanan ini, Menteri Ave bertemu dengan Gabriel Escarrer dan keduanya membahas potensi kelompok Meliá untuk membuka sebuah resor di daerah Nusa Dua. Pada waktu yang sama, investor Indonesia William Suriadjaja tertarik untuk mengembangkan sebuah resor di pulau tetangga Nusa Kecil dan Nusa Gede. Akan tetapi rencana tersebut ditolak oleh BTDC karena Kepulauan tersebut dianggap keramat oleh masyarakat Bali. Sampai saat ini, ada tidak ada pembangunan di pulau ini.

Karena mungkin sudah sebagaimana mestinya, Mr. Escarrer dan Mr Suriadjaja bergabung dan memulai pengembangan Sol Bali pada tahun 1983 yang pada saat itu secara resmi dibuka oleh mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto dan istrinya pada 2 Desember 1985. Sol Bali, seperti yang dikenal pada saat itu, merupakan resor pertama dengan investor asing di seluruh kompleks Nusa Dua. Saat ini, terdapat dua belas resor,yang diwakili oleh kelompok manajemen hotel terbaik di dunia.  

 

 “MELIÃ BALI, SURGA YANG SEBENARNYA”

MELIÃ BALI membuat tamu merasakan berada di jantung dan jiwa eksotisme Bali. Segala sesuatu dari taman-taman tropis yang luas, bangunan beratap jerami dan kolam renang bergaya laguna membangkitkan suasana tenang dan memberikan iklim alam sejati Bali.

Tersembunyi di pantai selatan Bali, terletak di tengah-tengah 26 hektar taman yang rimbun, danau, kolam teratai, air mancur, ukiran batu dan taman-taman tropis, resor ini menghadap pantai pasir putih cekung seperti setengah bulan di Nusa Dua. Dari sini, para tamu dapat berjalan langsung ke berbagai pusat perbelanjaan Bali, Pusat Konvensi Internasional.

Dua patung dewi besar dan air mancur lotus mekar menyambut para pendatang baru di pintu masuk porte-cochere. Lobi utama resor ini memiliki nada Bali dengan lantai yang dipoles, langit-langit yang tinggi, dan perabot kayu jati yangmengkilap. Para tamu bisa berjalan-jalan ke kamar mereka di bawah ketinggian pohon kelapa, taman subur dengan bunga-bunga tropis dengan aksentuasi kolam ikan koi dan ukiran jembatan batu.

Meliá Bali adalah properti pertama dari Meliá Hotels International yang berada di luar Spanyol, dibangun di atas tanah 10.7 ha di Nusa Dua, Bali Selatan. Arsitektur yang unik diciptakan oleh Mr. Emilio Nadal dari Spanyol, yang mendedikasikan setahun penuh untuk penelitian dan studi arsitektur Bali serta gaya hidupnya sebelum beliau mengambil tugas tersebut.

Terletak di Nusa Dua yang berpantai indah nan putih berkilau, hotel ini menghadap laguna yang tenang, dikelilingi terumbu karang yang dapat dilihat sejauh mata memandang. Di taman tropis yang luar biasa subur sepanjang 10.7 ha, Melia Bali merupakan sebuah cerminan dari surga. Meliá Bali telah mengembangkan sebuah tradisi yang besar dalam merawat karyawan mereka dan bekerja sama sebagai sebuah keluarga. Apa yang membedakan resor ini dari pesaing lain adalah kami senantiasa menciptakan 'Momen Meliá', yang membuat orang-orang merasakan keinginan untuk pulang kembali ke resor kami. Kami sekarang memiliki tamu generasi kedua yang dilayani oleh karyawan generasi kedua pula. Pengalaman tinggal bagi tamu ini mendapatkan pelayanan yang sehari-hari dipersonalisasi oleh staf kami. Inilah cerminan dari sebuah surga, sebuah karya alam yang selaras dengan karya manusia. Resor ini memadukan alam dan kenikmatan liburan dalam kesatuan memukau tetumbuhan yang hijau denganhangatnya senyuman.

Lobi utama resor ini memiliki nuansa Bali dengan lantai yang dipoles, langit-langit yang tinggi, dan perabot kayu jati yang mengkilap. Pada langit-langit, para tamu dapat menyaksikan gambaran Hindu Dharma, dalam bentuk yang unik Hindu sebagai perlambang filosofi Tri Hita Karana. Ini menggambarkan keseimbangan, dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan, manusia dan Tuhan, yang dibuat di tiga tingkatan yang berbeda di lobi. Pada petang hari 'Gamelan' orkestra Bali memainkan musik tradisional disertai 2 gadis Bali yang menari untuk menyambut kemuliaan malam.

 Perabotan dan peralatan khas Bali memberikan sentuhan asli otentik tersendiri untuk hotel ini. Setelah menjalani renovasi pada tahun 1996, 2004 dan 2010 sentuhan Bali ditingkatkan dengan fasilitas kenyamanan dan kemewahan lain seperti set televisi baru, program satelit internasional, akses internet Wi-Fi seluruh resor dengan kehidupan dan keindahan taman hotel tetap dijaga bahkan sampai di kamar.

Pesan kamar Anda

Jumlah:
Jumlah kamar:
Dewasa
Anak